Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Gaya Magnet

 Gaya Magnet

Magnet merupakan benda yang dapat menarik benda-benda tertentu. Magnet disebut juga dengan nama besi sembrani. Kekuatan magnet menarik benda-benda tertentu disebut gaya magnet.

Gaya tarik pada magnet dapat menarik benda-benda tertentu, ini berarti tidak semua benda bisa ditarik oleh magnet. Benda-benda yang ditarik magnet disebut benda magnetis. Benda yang dapat ditarik oleh magnet (bersifat magnetis) ini terbuat dari besi dan baja. Benda yang tidak ditarik magnet disebut benda nonmagnetis. Benda-benda yang tidak ditarik magnet (bersifat tidak magnetis) terbuat dari kayu, karet, atau plastik.

Berikut pengelompokan benda-benda magnetis dan nonmagnetis :
Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Apabila kutub yang sama dari dua buah magnet batang didekatkan, maka keduanya akan saling tolak-menolak. Sebaliknya, apabila kutub yang berbeda dari dua magnet didekatkan, maka akan terjadi saling tarik-menarik.

Macam-macam Magnet
Berdasarkan cara terbentuknya, magnet dibedakan menjadi dua, yaitu :
A. Magnet Alam
Magnet alam terbentuk secara alami. Contohnya magnet bumi. Magnet alam pertama kali ditemukan di Magnesia (sekarang bernama Manisa, sebuah wilayah di Turki).
B. Magnet Buatan
Magnet buatan adalah magnet yang dibuat manusia. Ada beberapa bentuk magnet buatan, antara lain magnet batang, jarum, tabung (silinder), huruf U, dan magnet ladam (tapal kuda)

Penggunaan Gaya Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari
Membuat Magnet
Kita dapat membuat manet dari besi dan baja. Ada tiga cara membuat magnet, yaitu

1. Cara Induksi
Membuat magnet dengan cara induksi yaitu dengan cara menempelkan benda-benda yang terbuat dari logam (besi atau baja) dengan magnet. Benda tersebut akan menjadi bersifat magnet, namun hanya sementara karena sifat kemagnetan benda tersebut akan hilang jika magnet dilepaskan.

2. Cara Menggosok
Batang besi atau baja yang digosok-gosokkan pada magnet akan menyebabkan batang besi atau baja mempunyai sifat kemagnetan. Jika semakin lama batang besi atau baja digosokkan, maka semakin lama pula sifat kemagnetan di dalam batang besi atau baja tersebut. Sifat kemagnetan pada batang besi atau baja dapat berkurang atau bisa hilang jika diguncang kuat, dijatuhkan, atau dipukul.

3. Dialiri arus listrik
Magnet dibuat dengan cara dialiri arus listrik. Magnet yang ditimbulkan disebut elektromagnetik. Magnet yang dibuat dengan cara elektromagnetik hanya bersifat sementara. Sifat magnet akan hilang jika arus listrik diputus.

Tumbuhan Hijau

TUMBUHAN HIJAU


A. Tumbuhan Membuat Makanannya Sendiri
Tumbuhan yang berklorofil dapat membuat makanannya sendiri.
Bulu akar, adalah bagian ujung akar yang digunakan tumbuhan untuk menyerap sari-sari makanan dari dalam tanah.

Klorofil adalah zat warna hijau pada daun yang digunakan untuk mengolah makanan/fotosintesis.
Kloropas yaitu butiran-butiran hijau daun yang berbentuk bulat sebagai tempat zat hijau daun.
Stomata (mulut daun), adalah lubang-lubang kecil yang terdapat dipermukaan daun bagian bawah yang digunakan untuk menyerap dan mengeluarkan oksigen (O2) dan karbondiaksi (CO2)
Fotosintesis, adalah proses pengubahan air (H2O) dan zat arang (CO2) dengan bantuan sinar matahari menjadi karbohidrat dan oksigen.
Fotosintesis terjadi pada siang hari.
Proses fotosintesis sebagai berikut :
Respirasi (pernapasan) adalah proses reaksi antara oksigen dengan karbohidrat hasil dari fotosintesis yang menghasilkan energi untuk tumbuh dan berkembang, air, serta karbondioksida (CO2).
Respirasi terjadi pada waktu siang dan malam.

B. Makanan Hasil Fotosintesis Disimpan sebagai Makanan Cadangan
Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam umbi, contohnya kentang, wortel, talas, singkong, bawang merah dan ubi jalar.
Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam buah, contohnya avokad, mangga, jeruk, apel, nanas, pisang, pepaya, durian dan anggur.
Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam biji, contohnya kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah dan kacang hijau.
Tumbuhan yang menyimpan makanan cadangan di dalam batang, contohnya tebu dan sagu.

C. Tumbuhan Hijau sebagai Sumber Energi
Tumbuhan bermanfaat sebagai :
· Sumber makanan. Bagian-bagian tumbuhan yang biasa dimamfaat sebagai bahan makanan adalah :
− Akar, contohnya wortel, lobak, kentang dan singkong.
− Tunas, contohnya rebung (tunas bambu) dan kecambah kacang hijau (taoge).
− Batang, contohnya tebu dan sagu.
− Batang dan daun, contohnya kangkung, bayam, selada, katuk, sawi dan daun kol.
− Bunga, contohnya kembang kol dan brokoli.
− Buah, contohnya jeruk, pisang, terong, pepaya, apel, labu siam, dan timun.
− Biji, contohnya beras, jagung, gandum, kacang kedelai dan kacang tanah.
· Bahan penyedap rasa, misalnya gula pasir (dari tebu yang digunakan sebagai pemanis), merica, pala, cengkeh, kunyit, jahe, bawang merah dan bawang putih (sebagai bumbu masakan).
· Bahan obat-obatan, misalnya obat penyakit malaria (pil kina) terbuat dari kulit pohon kina, membuat jamu dengan kencur, kunyit, temulawak dan kapulaga.
· Bahan sandang, misalnya kain katun yang dibuat dari serat yang diambil dari tanaman kapas, kemudian serat itu dipintal menjadi benang dan benang tersebut ditenun sehingga menghasilkan kain.
· Bahan peralatan rumah tangga, misalnya daun pintu, kusen, patung ukiran, meja, dan kursi.
Hewan juga mendapat sumber energi dari tumbuhan hijau, secara tidak langsung hewan yang termasuk dalam golongan herbivora (hewan pemakan tumbuhan), karnivora (hewan pemakan daging) dan omnivora(hewan pemakan daging dan tumbuhan) saling memiliki ketergantungan.

Alat Peredaran Manusia

ALAT PEREDARAN MANUSIA


A. Jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah keseluruh tubuh.
Jantung terletak di rongga dada sebelah kiri.
Ukuran jantung orang dewasa kurang lebih sekepalan tangan pemiliknya, berat jantung kurang lebih 300 gr.
Otot-otot jantung disebut miokardia.
Jantung terbungkus oleh selaput tipis yang disebut perikardium.
Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan.
Otot dinding jantung bagian bilik lebih tebal daripada bagian serambi karena kerja bilik lebih berat, yaitu memompa dara ke seluruh tubuh.
Antara serambi dan bilik dibatasi oleh katup yang berfungsi untuk mencegah bercampurnya darah yang mnegandung banyak oksigen dan karbondiaksida.

B. Pembuluh Darah
Darah adalah bagian tubuh yang berfungsi mengangkut dan mengedarkan oksigen dan sari makanan.
Pembuluh darah adalah saluran yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya darah dari seluruh tubuh menuju kejantung atau sebaliknya
Berdasarkan arah aliran darah, pembuluh dara dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
· Pembuluh nadi/arteri, yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Pembuluh nadi yang terbesar disebut aorta.
· Pembuluh balik/vena, yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbondioksida dari seluruh tubuh menuju jantung. Pembuluh balik yg terbesar yaitu pembuluh balik atas dan pembuluh balik kanan
4. Ciri – ciri serta perbedaan Pembuluh nadi/arteri dengan pembuluh balik/vena, yaitu :

Pembuluh nadi (arteri) 
1.Tempatnya agak ke dalam (tersembunyi) 
2.Dinding pembuluh tebal, kuat, elastis
3.Aliran darah berasal dari jantung. 
4.Denyut terasa 
5.Katup hanya di satu tempat dekat jantung 
6.Jika terjadi luka, darah memncar 
7.Membawa darah bersih 

Pembuluh balik (vena)
1. Tempatnya dekat permukaan tubuh (tampak kebiru-biruan)
2.Dinding pembuluh tipis, tidak elastis.
3.Aliran darah menuju jantung.
4. Denyut tidak terasa
5. Katup terdapat di sepanjang pembuluh
6.Jika terjadi luka, darah tidak memancar
7. Membawa darah kotor

C. Proses Peredaran Darah Manusia
1. Peredaran darah ada dua jenis yaitu :
· Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung keseluruh tubuh dan kembali ke jantung.
· Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung ke paru-paru kembali ke jantung.
Keadaan jantung pada saat memompa darah (kontraksi) adalah menguncup, sedangkan saat tidak memompa darah (relaksasi) adalah mengembang, sehingga mnegakibatkan darah mengalir keluar dan masuk jantung.
Kontraksi dan relaksasi pada jantung mengakibatkan jantung berdenyut yang di kenal dengan denyut nadi.
Pada anak-anak, jumlah denyut nadi berkisar antara 90 sampai 100 denyut setiap menit.
Pada orang dewasa, jumlah denyut nadi berkisar 70 sampai 80 denyut setiap menit.
Kita dapat menrasakan denyut nadi dengan alat yang disebut stetoskop.
Para dokter memeriksa denyut jantung secara detail dengan menggunakan alat yang disebut elektrokardiograf. Alat ini menghasilkan grafik hasil pencatatn denyut jantung yang disebut elektrokardiogram.

D. Penyakit yang Menyerang Darah dan Alat Peredaran Darah
Anemia (kekurangan sel darah), Penyebabnya : Pendarahan akibat kecelakaan, kekurangan zat besi, akibat penyaki lain seperti kanker tulang ataupun infeksi. Gejalanya : tubuh merasa lemah dan cepat lelah, kadang tubuh mngalami kesemutan dan jantung berdebar-debar.
Leukimia (kanker darah), adalah penyakit yang terjadi karena produksi sel darah putih yang terlalu banyak. Gejalanya : rasa lelah, lemah dan kurang nafsu makan, lama kelamaan timbul nyeri tulang dan terjadi pendarahan di kulit dan di bagian tubuh lain.
Hipertensi (tekanan darah tinggi), Penyakit yang ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah bila diukur dengan alat pengukur tekanan darah yaitu Tensimeter. Gejalanya : terasa nyeri di kepala, jantung berdebar-debar, sesak napas saat melakukan pekerjaan berat dan badan lemah.
Wasir (ambeyen), yaitu pelebaran pada pembuluh darah dekat anus yang disebabkan karena duduk lama.
Varises, yaitu pembesaran/pembengkakan pembuluh darah balik dibagian kaki.
Hemofilia, yaitu darah sukar membeku saat luka.
Penyakit jantung bawaan.yaitu kelainan pada jantung sejak lahir sehingga darah dari serambi kiri mengalir ke serambi kanan.
Pembuluh nadi mengeras, Penyebabnya : kelebihan zat kapur, lemak, kolesterol, dan gula dalam tubuh.

E. Cara Memelihara Kesehatan Alat Peredaran Darah
Olahraga yang teratur.
Tidak memakan makanan yang berlemak.
Istirahat yang cukup.
Makan makanan yang bergizi.

Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia

ALAT PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA



A. Percernaan Makanan
Pencernaan adalah proses melumatkan makanan yang kasar menjadi halus.
Ada dua jenis proses pencernaan makanan dalam tubuh, yaitu :
· Pencernaan makanan secara mekanis, terjadi di dalam mulut. Makanan dilumat oleh gigi sampai hancur sehingga mudah ditelan.
· Pencernaan makanan secara kimia, dilakukan oleh enzim yang bertujuan untuk mengubah zat-zat makanan sehingga mudah diserap oleh tubuh.

Tugas alat pencernaan makanan ialah :
· Menghancurkan makanan menjadi bentuk yang halus.
· Menyerap zat-zat makanan yang larut sehingga masuk ke dalam darah.
· Mengelurakan zat-zat yang tidak dapat dicerna dari tubuh.

B. Susunan Alat Pencernaan
1. Rongga Mulut

· Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan air ludah/liur.
·
Sesuai dengan fungsinya ada 3 (tiga) macam gigi, yaitu :
− Gigi seri berfungsi memotong makanan, bentuknya seperti mata kapak.
− Gigi taring berfungsi merobek/mengoyak makanan, bentuknya runcing.
− Gigi geraham berfungsi menggilas makanan, bentuknya lebar dan bergelombang.
· Gigi orang dewasa berjumlah 32 buah, gigi anak-anak berjumlah 20 buah.
· Di mulut makan di kunyah antara 20 sampai 30 kunyahan, tergantung jenis makanannya.
· Lidah berfungsi untuk mengatur letak makanan pada waktu mengunyah, membantu menelan makanan dan mengecap rasa makanan.
· Bagian-bagian lidah, yaitu :
− Bagian depan lidah untuk mengecap rasa manis.
− Bagian pinggir lidah untuk mengecap rasa asin dan asam.
− Bagian belakang lidah untuk mengecap rasa pahit.
· Di mulut terdapat terdapat 2 (dua) kelenjar ludah, yaitu :
− Kelenjar ludah bawah terdapat di bagian bawah lidah.
− Kelenjar ludah atas terdapat di belakang telinga.
· Kelenjar ludah menghasilkan air ludah dan enzim amilase (ptialin).
· Enzim amilase berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula. Itulah sebabnya mengapa nasi (mengandung amilum) yang kita kunyah lama kelamaan terasa manis.

2. Kerongkongan
· Di dalam kerongkongan terjadi gerak peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang dilakukan oleh dinding kerongkongan. Gerakakn ini mengakibatkan makanan terdorong masuk ke lambung.
3. Lambung
· Di dalam lambung makan dilumat dengan bermacam-macam getah lambung yang berguna untuk memecahkan makanan agar mudah diserap oleh pembuluh daran dan membunuh kuman yang terbawa oleh makanan.
· Getah lambung menghasilkan enzim sebagai berikut :
− Enzim pepsin, untuk mengubah protein menjdi pepton.
− Enzim renin, untuk menendapkan protein susu menjadi kasein.
− Asam klorida, untuk membunuh kuman dan mengasamkan makanan.

4. Usus dua belas jari
· Makanan di dalam usus dua belas jari dicerna lagi dengan bantuangetah pankreas dan getah empedu.
· Getah pankreas dihasilkan oleh kelenjar pankreas, yang berguna untuk memecahkan berbagai zat makanan.
· Getah pankreas mengandung enzim-enzim sebagai berikut :
− Enzim amilase, untuk mengubah zat tepung menjadi zat gula.
− Enzim tripsin, untuk mengubah protein menjadi asam amino.
− Enzim lipase, untuk mengubah lemak menjadi asam lemak.
· Getah empedu dihasilkan oleh hati, yang berguna untuk mencerna lemak.

5. Usus halus
· Di dalam usus halus terjadi penyerapan sari makanan.

6. Usus besar
· Di dalam usus besar hanya terjadi penyerapan air.

C. Penyakit Alat Pencernaan
Diare
· Diare terjadi jika penderita mengalami buang air besar yang encer dan terjadi lebih dari 4 kali sehari.
· Penyebab diare yaitu kebersihan makanan yang buruk, alergi tehadap makanan dan terlalu banyak makan makanan yang asam dan pedas.
Maag
· Gejala-gejala maag antara lain :
− Perut terasa nyeri dan mulas jika terlambat makan.
− Saat makan perut terasa sakit, kadang terasa mual dan muntuh.
· Diare timbul karena produksi asam klorida yang berlebihan
Radang usus buntu
· Gejala-gejala usus buntu antara lain :
− Perut bagian kanan terasa sangat nyeri.
− Perut terasa mual disertai muntuh, kadang mencret.
− Tubuh mengalami demam.
Tifus
· Gejala-gejala tifus antara lain :
− Tubuh menggigil, lemah disertai mual.
− Akibat demam tinggi penderita dapat mengigau.
− Punggung terasa sakit kadang disertai mencret atau sembelit.

D. Memelihara Kesehatan Alat Pencernaan
Makan makanan bergizi secara bervariasi dan tidak berlebihan.
Usahakan melaksanakan pola makan teratur.
Makanlah dengan tenang, jangan terlalu cepat dan kunyahlah makanan hingga benar-benar lumat.
Kebersihan makanan dan peralatan makan harus selalu dijaga.

E. Hubungan Makanan dengan Kesehatan

Funsi makanan adalah untuk kesehatan tubuh, tumbuh dan berkembang serta mengganti bagian tubuh yang rusak.
Makanan yang bergizi mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh yaitu :
· Karbohidrat, untuk sumber tenaga dan mempertahankan suhu tubuh. Karbohidrat terdapat pada makanan gandum, beras, jagung, sagu dan ketela pohon.
· Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh dan pengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein disebut juga zat putih telur. Protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati, misalnya kacang-kacangan, jagung, tempe, tahu dan sayur-sayuran berwarna hiaju. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, misalnya susu, hati, ayam, ikan, udang, daging dan keju.
· Lemak merupakan sumber zat tenaga cadangan dalam tubuh. Berdasarkan sumbernya lemak ada dua macam yaitu lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya kelapa, margarin, kacang tanah, kemiri, dan buah avokad.Lemak hewani berasal dari hewan, misalnya daging, minyak ikan, susu, keju, mentega dan gajih.
· Air berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, memperlancar pencernaan makanan dan mengatur suhu tubuh. Pada kondisi normal, tubuh kita membutuhkan minimal 2½ liter air setiap hari. Orang yang kekurangan air dapat mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).
· Mineral berfungsi sbg zat pembangun & pengatur.Mineral yang diperlukan dalam tubuh kita antaralain:
− Zat kapur/kalsium, untuk pembentukan tulang dan gigi, biasanya terkandung dalam susu,ikan&telur
− Zat besi, untuk pembentukan sel-sel darah merah, biasanya terkandung dalam daging, hati, kedelai dan sayur-sayuran.
− Fosfor, berguna untuk pembentukan sel-sel dalam tubuh, biasanya terkandung dalam daging, susu, biji-bijian dan sayur-sayuran.
− Yodium, berguna untuk mencegah penyakit gondok, biasanya terkandung dalam garam beryodium dan ikan laut.
· Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh yang mencegah timbulnya penyakit. Kekurangan vitamin di dalam tubuh disebut avitaminosis. Macam-macam vitamin yaitu :
− Vitamin A, terdapat di wortel, pisang, pepaya, apel, sayur-sayuran segar dan minyak ikan. Kekurangan vitamin A menyebabkan penyakit mata dan kulit menjadi kusam/kering.
− Vitamin B, terdapat di beras tumbuk, jagung, kacang hijau dan beras merah. Kekurangan vitamin B menyebabkan penyakit beri-beri.
− Vitamin C, terdapat dalam buah-buahan yang berwarna kuning kemerahan seperti tomat, mangga, belimbing, jeruk dan sayuran segar. Kekurangan vitamin C menyebabkan penyakit gusi berdarah, sariawan dan bibir pecah-pecah.
− Vitamin D, terdapat di susu dan minyak ikan. Kekurangan vitamin D menyebabkan mudah terserang penyakit tulang (rakhitis).
− Vitamin E, terdapat di kecambah, susu dan minyak kelapa. Kekurangan vitamin E menyebabkan kemandulan.
− Vitamin K, terdapat di sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan hati. Kekurangan vitamin K menyebabkan darah pada luka suka sukar membeku.

F. Makanan Bergizi Seimbang
Makanan yang bergizi seimbang adalah makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dan jumlahnya memadai.
Penyakit akibat salah takaran gizi di sebut malnutrisi.
Gangguan akibat Kekurangan Kalori dan Protein di kenal dengan sebutan KKP (busung lapar).
Menu makanan bergizi seimbang disajikan dalam menu empat sehat lima sempurna, yaitu :
· Makanan pokok (nasi, jagung, singkong, roti dan sagu)
· Lauk pauk (daging, telur, ikan tahu dan tempe)
· Sayuran (bayam, kangkung dan buncis)
· Buah-buahan (apel, mangga, pisang dan jeruk)
· Susu

G. Mengolah Bahan Makanan Dengan Benar
Kita harus memperhatikan kebersihan makanan agar tidak mudah terserang penyakit.
Pengolahan makanan seperti sayuran, daging atau ikan harus dicuci dulu sebelum dimasak. Jangan memotong bahan-bahan itu sebelum dicuci bersih karena jika memotong bahan-bahan itu dan kemudian mencucinya maka kan banyak zat gizi yang terbuang.
Sayuran jangan dimasak terlalu matang karena dapat merusak zat gizi. Sebaliknya, daging harus dimasak sampai matang karena kuman penyakit masih dapat hidup dalam daging yang dimasak tidak matang.

Pernapasan Manusia dan Hewan

PERNAPASAN MANUSIA DAN HEWAN


A. Alat Pernapasan Manusia
Alat pernapasan manusia adalah paru-paru.
Bernapas adalah menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2).
Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut.
Pleura adalah selaput tipis yang membungkus paru-paru.
Bronkus adalah tulang rawan yang bercabang dua pada tenggorokan.
Alveolus adalah gelembung-gelembung halus di dalam paru-paru, tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Ada dua jenis pernapasan pada manusia yaitu pernapasan dada danpernapasan perut. Pernapasan dada adalah pernapasan dengan menggunakan bantuan gerakan tulang rusuk. Pernapasan diafragmaadalah pernapasan dengan menggunakan diafragma.
Proses bernapas yaitu pada saat kita menarik napas, udara masuk melalui hidung, didalam hidung terdapat rambut hidung yang berguna untuk menyaring udara yang masuk kedalam hidung serta lendir yang berguna untuk menghangatkan dan melembabkan udara serta menahan kuman yang terhirup agar tidak masuk kedalam paru-paru, kemudian udara masuk ketenggorokan lalu ke paru-paru. Oksigen akan diserap oleh alveolus, sedangkan karbondioksida dihembuskan keluar melalui tenggorokan dan hidung.

B. Alat Pernapasan Hewan
Burung
· Burung bernapas dengan paru-paru.
· Berung mempunyai alat pernapasan yang di sebut pundi-pundi (kantong) udara, yang berguna untuk menyimpan udara yang digunakan pada waktu terbang.
· Proses pernapasan burung : udara masuk melalui hidung →tenggorokan → pundi2 udara → paru-paru.
Reptil
· Reptil bernapas dengan paru-paru.
· Reptil yang sering berkubang di air misalnya buaya, lubang hidungnya dapat ditutup sewaktu menyelam agar air tidak masuk ke dalam paru-paru.
· Contoh reptil yaitu ular, buaya, kadal, cicak, dan biawak.
Mamalia
· Mamalia bernapas dengan paru-paru.
· Paus dan lumba-lumba termasuk mamalia yang mempunyai lubang khusus di atas kepalanya dan pada saat menghirup udara mamalia ini sering muncul ke permukaan air.
Ikan
· Ikan bernapas dengan insang yang berjumlah 4 pasang.
· Ikan memiliki gelembung renang yang berfungsi untuk menyimpan oksigen dan mengatur gerak naik turun.
· Labirin adalah lipatan-lipatan pada insang sebagai alat bantu pernapasan pada saat ikan berada d lumpur
Amfibi
· Katak disebut hewan amfibi karena dapat hidup di dua alam yaitu di darat dan di air.
· Tahap perkembangan katak yaitu telur, berudu (hidup di air), katak muda, dan katak dewasa (hidup di darat).
· Berudu bernapas dengan insang.
· Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan juga dengan kulit, oleh karena itu kulit katak selalu kelihatan basah, guna untuk mengikat oksigen.
Serangga
· Serangga bernapas dengan trakea.
· Trakea adalah pembuluh-pembuluh halus yang bercabang di seluruh bagian tubuh serangga dan bermuara pada stigma.
· Stigma adalah lubang (corong) yang berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara yang terletak di kanan dan kiri tubuh serangga.
· Contoh serangga adalah nyamuk, belalang, lalat, rayap dan kupu-kupu.
Cacing
· Cacing bernapas menggunakan permukaan kulit.
· Oksigen masuk ke dalam tubuh cacing melaui permukaan kulit tubuhnya yang basah.

C. Hal-hal yang Mengganggu Alat Pernapasan Manusia
Udara tercemar
· Pencemaran udara dapat berupa debu, asap dan bau tidak sedap.
· Asap pada kendaraan bermotor mengandung racun berbahaya yaitu karbon monoksida.
· Asap rokok mengandung nikotin yang mengganggu kesehatan alat pernapasan.
Kuman Penyakit
· Influenza
− Influenza ditularkan oleh kuman melalui udara pada saat penderita bersin atau batuk.
− Gejala-gejala influenza, yaitu :
☺ Tubuh mengalami demam, sakit kepala dan nyeri otot.
☺ Tenggorokan terasa sakit, batuk-batuk dan hidung berair.
− Pencegahan influenza yaitu pada saat tubuh merasa tidak nyaman, minumlah air sebanyak-banyaknya dam minum vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
· Pneumonia
− Pnemonia adalah penyakit radang paru-paru yang menyerang tiba-tiba dan cepat menjadi parah.
− Gejala-gejala pneumonia, yaitu :
☺ Penderita sulit bernapas dengan nyaman.
☺ Timbul batuk yang disertai darah atau lendir kuning kehijauan.
☺ Dada terasa nyeri.
· Tuberkulosis ( TBC )
− Gejala-gejala tuberkulosis, yaitu :
☺ Mudah letih, bahkan saat tidak bekerja.
☺ Berat badan terus menurun.
☺ Batuk berdahak disertai darah.
☺ Nyeri di dada.
☺ Sering mengalami demam saat petang hari.
☺ Tubuh agak melengkung dan bahu agak naik.

D. Memelihara Kesehatan Alat Pernapasan
  • Makan makanan bergizi.
  • Berolahraga teratur.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menjauhi asap rokok.
Tubuh Sehat

Tubuh Sehat

TUBUH SEHAT 

A. KEBUTUHAN TUBUH

kita butuh tenaga untuk bermain
kita juga butuh udara untuk bernafas
apa saja kebutuhan tubuh itu
ayo kita pelajari

1. Makanan bergizi


dalam sehari vina makan tiga kali
pagi siang dan malam
vina makan makanan bergizi
salah satu contoh makanan bergizi adalah
hidangan 4 sehat 5 sempurna

hidangan itu mengandung 4 jenis makanan
dan 1 jenis minuman
ada makanan pokok lauk-pauk
sayur buah dan susu.

a. Makanan Pokok



Makanan pokok adalah Makanan utama kita
Makanan pokok mengandung karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber tenaga
Tenaga untuk belajar dan bermain
Makanan pokok ada bermacam-macam
Ada nasi jagung kentang singkong mi dan roti

b. Sayuran



Siapa yang suka makan sayur
Sayuran mengandung banyak vitamin
Vitamin menjaga tubuh tetap sehat

c. Lauk-pauk



daging ikan tahu dan tempe
Adalah lauk pauk mengandung protein
Protein membantu pertumbuhan
Protein membuat tubuh kita
Tubuh besar dan tinggi

d. Buah



Sukakah kamu makan buah
Buah apel apokat anggur belimbing durian
jeruk mangga melon dan semangka
enak rasanya
makan buah membuat tubuh
segar dan sehat
buah mengandung banyak vitamin

e. Susu



Sebaiknya kita minum susu setiap hari
Minum susu membuat tubuh sehat dan kuat
Susu mengandung vitamin dan mineral
Mineral menjaga tubuh tetap sehat dan kuat

2. AIR



Tubuh kita sangat membutuhkan air
Kita harus minum
Sedikitnya 8 gelas sehari
Air berguna untuk melarutkan makanan
Air yang kita minum
Harus bersih dan dimasak
Air dimasak sampai mendidih
Agar kuman menjadi mati
Selain untuk minum
Air mempunyai banyak kegunaan
Apa sajakah kugunaan air
Perhatikan gambar dibawah ini



3. PAKAIAN



pakaian berguna melindungi tubuh
dari panas dan dingin
pakaian membuat tubuh nyaman dan sehat
pakaian harus bersih dan rapi
oleh karena itu pakaian perlu dicuci dan disetrika

4. LINGKUNGAN SEHAT



lingkungan adalah segala sesuatu
yang ada di sekitar kita
agar tubuh sehat
lingkungan juga harus sehat
lingkungan sehat adalah
lingkungan yang bersih dan rapi
disana banyak pohon rindang
udaranya bersih tidak berdebu
tidak ada sampah berserakan
tidak ada lalat beterbangan

5. UDARA



cobalah tutup hidung dan mulutmu
beberapa saat
apa yang kamu rasakan
dadamu terasa sesak bukan
kita tidak dapat hidup tanpa udara
kita butuh udara bersih untuk bernafas
udara bersih baik untuk kesehatan
udara kotor mengganggu kesehatan
udara bersih ada di tempat
yang banyak tumbuhan
contohnya dipegunungan dan di taman

B. KEBIASAAN HIDUP SEHAT

kita diberi kesehatan oleh Tuhan
kita harus bersyukur dan menjaganya
kita harus membiasakan hidup sehat
apa saja kebiasaan hidup sehat itu

1. Menjaga kebersihan badan




lihatlah tio
tio punya kebiasaan baik
tio menjaga kebersihan badan
sepulang sekolah
tio ganti baju
keudian cuci tangan dan kaki
tangan dan kaki jadi bersih
dari debu
lalu tio makan siang
selesai makan tio tidak lupa
menggosok gigi
gigi tio bersih dan sehat

2. Makan teratur



makanlah dengan teratur
sehari makan tiga kali
sarapan pagi siang dan makan malam
agar perut tidak sakit
terlambat makan
menyebabkan sakit mag
perut terasa perih dan kembung

3. Istirahat yang cukup



istirahat membuat tubuh segar lagi
tubuh kembali bertenaga
belajar menjadi lebih giat
tidur jangan larut malam
tidurlah pukul 8 malam
bangun pukul 5 pagi

4. Olahraga teratur



kita juga perlu olahraga teratur
berolahraga membuat otot dan
tulang jadi kuat
olahraga juga membuat
hati riang

Pengertian Tata Surya

Pengertian Tata Surya


Tata surya (solar system) termasuk dalam bagian alam semesta yang sangat luas. Tata surya terletak di dalam salah satu galaksi dari sekian banyak galaksi yang ada di ruang angkasa, yaitu galaksi Bimasakti (Milky Way). Kata Bimasakti berasal dari tokoh pewayangan yang memiliki kulit berwarna hitam. Hal itu dikarenakan orang jawa kuno menganggap bintang-bintang di langit membentuk gambar Bima yang dililit ular naga.

Sistem tata surya tersusun menjadi beberapa bagian yaitu matahari, 4 planet luar, 4 planet dalam, sabuk asteroid (main asteroid belt), dan dibagian terluar terdapat sabuk Kuiper. Hanya enam dari delapan planet itu yang memiliki satelit alami sedangkan 2 lainnya yaitu Venus dan Merkurius tidak mempunyai satelit alami.

Susunan dan Anggota Tata Surya



1. Bintang di Tata Surya


Bintang merupakan salah satu anggota tata surya yang memiliki sifat istimewa karena bisa memancarkan cahaya sendiri. Di dalam sistem tata surya terdapat banyak sekali bintang yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Salah satu bintang yang paling kita rasakan pengaruhnya adalah matahari.

Matahari merupakan bintang yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Matahari berguna sebagai sumber cahaya dan sumber panas yang berguna bagi seluruh makhluk hidup. Cahaya matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Sedangkan panas dari matahari berguna untuk menghangatkan permukaan bumi.

Matahari memiliki massa yang paling besar dibanding bintang-bintang lain yang terdapat dalam sistem tata surya kita. Karena massanya yang inilah, gaya gravitasi matahari mampu membuat planet-planet dan benda-banda langit lainnya beredar pada lintasan tertentu. Peredaran objek-objek langit itu, terjadi pada garis edar berbentuk elips dengan matahari sebagai pusatnya.



2. Planet-planet

 

Sifat planet berbeda dengan bintang. Planet merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi hanya merefleksikan cahaya matahari. Menurut International Astronomical Audit (IAU), planet adalah benda langit yang mempunyai orbit mengelilingi matahari.

Planet-planet di tata surya juga memiliki massa dan gravitasi yang cukup sehingga bisa membentuk struktur bulat, dan memiliki lintasan orbit yang bersih (tidak memiliki benda langit lainnya di dalam orbitnya).

Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturunus, Uranus, dan Neptunus adalah nama-nama planet yang ada di tata surya. Nama-nama planet itu juga telah diurutkan berdasarkan jaraknya dari matahari mulai dari yang paling dekat hingga yang paling jauh.

Dulu Pluto sempat dimasukkan sebagai salah satu anggota planet dalam sistem tata surya. Namun, sekarang pluto sudah tidak dianggap lagi sebagai sebuah planet karena lintasan orbitnya tidak bersih dari benda langit lainnya. Dimana hal ini bertentangan dengan definisi planet yang di sampaikan oleh IAU. Sehingga disepakati bahwa Pluto bukanlah sebuah planet lagi.

Dikarenakan garis edar planet yang berbentuk elips, jarak antara matahari dengan planet menjadi berubah-ubah. Posisi planet pada saat tertentu berada pada jarak terdekat (perihelium) dan pada saat yang lain berada pada jarak terjauh (aphelium).
Pengelompokan Planet-planet

Para ilmuwan membagi 8 planet di tata surya menjadi beberapa kelompok berdasarkan berbagai faktor yang dimiliki oleh setiap planet. Berikut 3 susunan atau urutan planet yang dibuat oleh para ahli astronomi.
Pertama, pengelompokan berdasarkan posisi planet yang dilihat dari orbit bumi dapat dibagi menjadi planet inferior dan planet luar superior. Planet inferior adalah planet yang terletak di dalam orbit bumi, yaitu Merkurius dan Venus. Sedangkan, planet superior adalah planet yang berada di luar orbit bumi, yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Kedua, pengelompokan berdasarkan material penyusunnya yang dapat dibagi menjadi 2, yaitu planet terrestial dan planet jovian. Planet terrestial adalah planet dengan ukuran yang relatif kecil, berbatu, dan memiliki atmosfer yang tipis. Planet yang tergabung adalah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan, sisanya termasuk planet jovian. Yaitu planet dengan permukaan yang tersusun dari gas, cairan, es tebal, dan ukurannya relatif besar.
Ketiga, pengelompokan berdasarkan letaknya yang dilihat dari orbit asteroid. Planet dapat dibagi menjadi palnet luar dan planet dalam. Planet dalam adalah planet yang berada didalam orbit asteroid, yaitu Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan sisanya termasuk planet luar.

3. Satelit di Tata Surya





Satelit merupakan anggota tata surya yang selalu mengitari planet. Semua satelit akan bergerak mengelilingi matahari bersama dengan planet yang diputarinya. Selain melakukan itu, satelit juga berputar pada porosnya dan memutari planet yang diiringinya.

Satelit di tata surya dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan keberadaannya yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami merupakan satelit yang diciptakan oleh Tuhan dan bisa bergerak dengan sendirinya tanpa bantuan tangan manusia.

a. Satelit Alami
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, satelit alami merupakan benda langit yang bergerak mengelilingi sebuah planet. Hampir semua planet di tata surya memiliki satelit alami. Hanya Venus dan Merkurius sajalah planet yang tidak mempunyai satelit alami. Berikut daftar nama-nama satelit alami setiap planet di tata surya.

Yupiter
Metis, Andrastea, Almathea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Calistio, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Aananke, Carme, Pasiphea, Sinope, dan 3 lagi belum ada namanya.

Saturnus
Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Euphemetheus, Janus, Mimas, Coorbital, Encelandus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, Dione coorbital, 1980 S5, 1980 S6, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe.

Uranus
Ariel, Umbriel, Titania, Oberon, Miranda, Puck, Cordelia, Ophelia, Bianca, Cresida, Desemona, Juliet, Portia, Rosalin, Belinda. 

Neptunus
Triton, Nereid, Naiad, Thalasa, Despina, Galatea, Larissa, Proteus.

b. Satelit Buatan
Satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia dan semua gerakannya telah diatur oleh manusia. Sehingga bisa bergerak di tata surya sesuai dengan tujuan pembuatannya.

Sebagian besar satelit buatan dibuat dengan tujuan penelitian dan untuk mengamati objek-objek langit yang ada di ruang angkasa. Salah satu satelit yang ibuat manusia adalah satelit palapa yang merupakan satelit komunikasi domestik Indonesia. Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis satelit buatan beserta fungsinya.
Satelit komunikasi yang berfungsi sebagai stasiun pemancar ruang angkasa. Sebagai contoh adalah Echostar 3 yang beroperasi di Amerika dan satelit Palapa yang ada di Indonesia.
Satelit cuaca yang berfungsi untuk memonitor cuaca pada permukaan bumi. Sebagai contoh adalah satelit TIROS yang dioperasikan oleh NOAA.
Satelit pencitraan Sumber Daya Alam yang berfungsi untuk memetakan permukaan bumi. Sebagai contoh adalah LANDSAT dan Vanguard milik Amerika.
Satelit global positioning System (GPS) yang berfungsi untuk menentukan posisi garis bujur, garis lintang, dan ketinggian suatu tempat di permukaan bumi secara akurat.

Satelit penelitian yang diluncurkan dan berada pada orbit yang sesuai dengan objek penelitiannya. Sebagai contoh adalah satelit SOHO yang diluncurkan untuk meneliti matahari.

4. Asteroid di Tata Surya


Asteroid adalah benda astronomi yang berbentuk pecahan kecil dan beredar pada lintasan yang terletak di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Proses terbentuknya asteroid terjadi secara bersamaan dengan proses terbentuknya planet yang sesuai dengan susunannya.

Pada tahun 1801 seorang ilmuwan italia melakukan penelitian asteroid di tata surya untuk pertama kalinya. Nama ilmuwan itu adalah Guiseppa Piazzi dan asteroid yang diteliti diberi nama ceres.

5. Komet (Bintang Berekor)


Komet adalah benda langit yang berukuran kecil. Material penyusun komet terdiri dari sejumlah partikel-partikel bebatuan, kristal, es, dan gas. Komet biasanya sering terlihat seperti sebuah benda langit yang bercahaya dan berbentuk memanjang menyerupai ekor. Olah karena itu orang-orang sering menyebutnya sebagai bintang berekor.

Tubuh komet terdiri dari 3 bagian yaitu bagian inti, koma, dan ekor. Inti komet terbuat atas kristal es dan gas yang membeku dengan diameter kira-kira sebesar 10 km. Bagian koma komet memiliki diameter yang panjangnya dapat mencapai 100.000 km, ukurannya jauh lebih besar dibanding intinya.

Bagian ekor merupakan bagian terbesar yang bisa mencapai panjang 100 juta km dan tersusun atas gas hasil penguapan kristal es pada bagian intinya. Ekor komet selalu menghadap ke arah yang berlawanan dengan arah matahari. Dikarenakan partikel-partikelnya terdorong oleh radiasi matahari.

Komet yang memiliki lintasan paling pendek adalah komet Enche. Panjang lintasannya hanya 3,3 km, sehingga komet ini sering berada di dekat matahari. Periode kemunculan komet sangatlah bervariasi. Komet yang paling terkenal adalah komet Halley yang muncul setiap 76 tahun sekali. Terakhir kali kemunculannya adalah pada tahun 1986.

Komet yang memiliki periode kemunculan paling lama adalah komet Kohoutek. Komet ini pertama kali muncul pada tahun 1974 dan ditemukan oleh seorang ahli astronomo dari Ceko bernama Lubos Kohoutek. Diperkirakan komet ini sebelumnya tampak pada 150.000 tahun yang lalu dan kemunculan berikutnya sekitar 75.000 tahun lagi.

6. Meteor atau Meteorid


Meteor adalah benda langit yang bergerak cepat dan memiliki lintasan yang tidak teratur. Jika Anda pernah mendengar istilah bintang jatuh, itu merupakan sebuah meteor yang bisa dilihat oleh manusia. Peristiwa sebenarnya yang terjadi saat seseorang melihat bintang jatuh adalah meteor yang bergerak bebas di tata surya tertarik oleh gaya gravitasi Bumi.

Saat jatuh menuju permukaan bumi meteor bergesekan dengan atmosfer bumi dan memancarkan cahaya. Karena gesekan tersebut, suhu meteor semakin naik dan terbakar sampai akhirnya menguap. Saat meteor terbakar dan memancarkan cahaya, pada saat itulah manusia bisa melihatnya secara langsung.

Pemandangan ini kemudian lenyap saat meteor itu menguap. Secara umum, meteor yang memasuki atmosfer bumi akan terbakar dan menguap. Namun, ada juga meteor yang berhasil bertahan sehingga masuk ke dalam atmosfer dan mencapai permukaan bumi sebelum habis terbakar. Benda inilah dikenal dengan nama meteorid.

Matahari Sebagai Pusat Tata Surya


Matahari merupakan bintang di tata surya dengan massa yang sangat berat (300.000 kali massa bumi) dan jaraknya paling dekat dengan bumi. Matahari bukanlah bintang paling besar jika dibandingkan dengan 100 miliar lebih bintang lainnya yang ada di galaksi bimasakti.

Meskipun begitu matahari adalah bintang menjadi bintang terbesar dalam sistem tata surya kita. Diameter matahari besarnya adalah 1.400.000 km yaitu sekitar 110 kali ukuran bumi. Sedangkan jarak antara matahari dengan bumi adalah 149.000.000 km atau sering dibulatkan menjadi 150 juta km.

Planet-planet di tata surya selalu bergerak mengelilingi matahari dikarenakan terdapat gaya gravitasi matahari. Besarnya gaya gravitasi matahari 28 kali lebih kuat dibanding gaya gravitasi bumi, karena massa matahari jauh lebih besar dibanding massa bumi.

Panas dan cahaya yang dihasilkan oleh matahari sangat berguna bagi kehidupan di bumi. Energi yang dipancarkan matahari berguna untuk menjaga agar suhu di permukaan bumi tetap hangat, membantu proses sirkulasi air dan udara di bumi, dan lain sebagaianya.

Seperti bintang lainnya, matahari tersusun atas berbagai jenis gas dengan suhu yang sangat panas. Suhu permukaan matahari berkisar antara 5000 ºC-6000 ºC sedangkan suhu intinya bisa mencapai 15 juta ºC. Unsur gas yang membentuknya adalah hidrogen, helium, karbon, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya.

Lapisan-lapisan Matahari
Matahari merupakan benda lanngit yang benetuknya seperti bola api raksasa yang suhunya sangat panas sekali. Jika dilihat dari bumi, permukaan matahari terlihat halus dan rata. Padahal faktanya tidaklah demikian. Pada permukaanya terjadi lompatan-lompatan lidah api setiap waktu. Matahari tersusun atas beberapa bagian yang memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda.
1. Atmosfer Matahari
Atmosfer matahari merupakan lapisan terluar yang memiliki kerapatan gas paling kecil. Di daerah yang dekat dengan permukaan matahari, temperaturnya lebih kecil daripada lapisan terluar yang bisa mencapai suhu hingga jutaan derajat celcius. Kondisi ini terlihat aneh dan sampai saat ini masih belum diketahui apa penyebabnya.

Atmosfer matahari tersusun dari dua lapisan, yaitu lapisan kromosfer dan korona.
Kromosfer merupakan lapisan yang dekat dengan permukaan matahari dan mempunyai kerapatan yang rendah. Kromosfer bisa dilihat saat terjadi gerhana matahari, yaitu cincin atau mantel merah yang menutupi bola matahari. Berdasarkan warna ini, para ilmuwan memperkirakan suhunya mencapai 4.500 ºC.
Korona merupakan lapisan terluar pada matahari, yang berarti mahkota. Sebagai lapisan terluar matahari, suhu korona diperkirakan mencapai 1.000.000 ºC. Tebal laipsan korona adalah 2.000 km. Bagian ini bisa dilihat sebagai lapisan yang mengelilingi matahari dan bentuknya seperti mahkota. Dimana akan lebih jelas terlihat saat gerhana matahari.
2. Fotosfer Matahari
Fotosfer atau permukaan matahari tersusun atas gas dengan suhu dan kerapatan yang sangat tinggi. Lapisan ini adalah lapisan yang tidak tembus pandang karena partikel-partikel gas penyusunnya sangat tebal dan padat. Fotosfer berguna sebagai selimut agar matahari tidak terlalu banyak mengeluarkan energi. Suhu di Fotosfer berkisar antara 5.000-6.000 ºC.

3. Inti Matahari
Inti matahari ukurannya 1/64 kali dari volume total matahari. Bagian ini tersusun dari partikel-partikel gas yang sangat padat dengan densitas sekitar 150 kali lebih padat daripada densitas air. Akibatnya, suhu dan tekanannya menjadi sangat tinggi sehingga memungkinkan terjadinya reaksi fusi hidrogen.
Adapun suhunya bisa mencapai 15.000.000 ºC. Pada bagian ini, reaksi fusi terjadi pada suhu yang sangat tinggi sehingga disebut reaksi fusi termonuklir. Reaksi fusi adalah pengabungan dua inti atom menjadi inti atom yang lain. Pada matahari reaksi fusi menyebabkan inti atom hidrogen berubah menjadi inti atom helium.

Cahaya Matahari
Cahaya matahari merupakan gelombang elektromagnetik yang diradiasikan oleh matahari. Terdapat berbagai macam spektrum cahaya atau panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Tersusun atas spektrum sinar gamma, sinar-X, sinar ultraviolet, sinar tampak, sinar infrared, gelombang TV, dan gelombang radio.
Manfaat Energi Matahari Bagi Kehidupan di Bumi
Energi matahari dialirkan dalam bentuk cahaya. Cahaya matahari yang masuk ke dalam atmosfer bumi sebagian dipantulkan kembali ke ruang angkasa dan sebagian yang lain ditransmisikan. Jadi hanya sebagian energi saja yang sampai ke permukaan bumi.

Fungsi utama dari cahaya matahari adalah untuk menjaga agar suhu di bumi tetap hangat. Sehingga dapat manusia dan makhluk hidup lainnya dapat tinggal di dalamnya. Besarnya energi panas matahri yang dipancarkan ke bumi selalu sama dan tidak berubah-rubah. Karena jika panasnya berkurang sedikit saja, maka bumi akan membeku demikianpun sebaliknya.

Berikut beberapa manfaat matahari bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi.
Panas matahari manjadikan udara dan air bisa melakukan perpuataran aliran atau sirkulasi. Panas dari matahari akan menyebabkan ari laut menguap dan berubah menjadi awan. Karean perbedaan suhu akibat panas matahari menyebabkan angin bertiup dan mendorong awan ke daratan. Awan tersebut kemudian menurunkan air hujan.
Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari bermanfaat untuk membunuh kuman, terutama kuman penyebab penyakit kulit. Sehingga membuat kulit hewan dan manusia selalu sehat.
Melalui cahaya matahari dapat diketahui waktu-waktu seperti pagi, siang, sore, dan malam. Caranya adalah dengan memperjatikan bayangan tongkat yang terkena sinar matahari.
Sinar ultraviolet juga berguna sebagai provitamin D yang bermanfaat unutk membantu pertumbuhan tulang pada manusia dan hewan.
Sinar ultraviolet juga membantu tumbuhan dalm proses fotosintesis. Proses fotosintesis merupakan cara tumbuhan untuk menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri.

Masih banyak lagi manfaat energi matahari bagi kehidupan manusia. Contoh di atas hanyalah bagian kecil dari banyaknya manfaat yang diberikan matahari bagi keberlangsungan hidup semua makhluk hidup.

Planet-planet di Tata Surya

Planet-planet di Tata Surya



Planet seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya merupakan benda langit yang memiliki bentuk bulat dan mengelilingi matahari dengan garis orbit pribadi bebas hambatan karena tidak ada benda langit lainnya yang menghalangi di garis orbit tersebut. Setiap planet di sistem tata surya memiliki karakteristiknya masing-masing yang dipengarungi oleh eksentrinitas, jarak planet dari matahari dan kerapatan planet itu sendiri.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai planet di tata surya :

1. Merkurius


Planet merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari dengan jaraknya kurang lebih 58 x 10 pangkat 6 cahaya dan karenanyalah suhu pada planet ini sangat ekstrim. Di siang hari suhunya bisa mencapai 4270 derajat celcius sedangkan di malam hari bisa mencapai -1700 derajat celcius. Planet merkurius memiliki tingkat eksentrisitas yang cukup besar yaitu berada pada angka 0,206 dengan hal tersebut menyebabkan jarak antara planet merkurius dan matahari bervariasi dengan cukup besar.

Perbedaan jarak terjauh antara planet merkurius dengan matahari (aphelium) adalah 57,9 juta km. sedangkan jarak terdekat planet merkurius dengan matahari (pherilium) adalah 22 juta km. planet merkurius tidak memiliki lapisan atmosfer seperti di bumi sehingga langit di merkurius akan bewarna hitam. Kerapatan planet merkurius sebesar 5,43 gram per meter kubik. Permukaan di planet merkurius hampir mirip dengan permukaan bulan hal ini dikarenakan merkurius tidak memiliki atmosfer sehingga sangat sering mengalami benturan dengan benda langit lainnya. merkurius memiliki waktu revolusi atau waktu mengelilingi matahari hanya dalam waktu 88 hari. Sedangkan masa rotasinya berkisar 59 hari. Massa planet merkurius sebesar 0,52 lebih besar dari masaa bumi dengan diameternya sebesar 4867 km.

2. Venus


Planet venus memiliki warna yang cerah dan bila dibumi dianggap sebagai bintang kejora atau menurut orang jawa lintang panjer lor. Hal ini disebabkan karena planet venus jika di malam hari akan menjadi bintang yang paling terang dengan cahanya yang bersinar. Orbit planet venus hampir membentuk lingkaran karena memiliki tingkat eksentitritas sebesar 0,007. Jarak planet venus dengan matahari sebesar 0,72 satuan astronomi atau 108 x 10 pangkat 6 satuan cahaya.

Suhu permukaan venus bisa mencapai 4800 derajat celcius karena merupakan salah satu efek dari gas rumah kaca. Karena sangat terangnya planet ini bahkan beberapa ahli astronomi mengatakan jika anda mengunjungi venus, anda tidak akan bisa melihat bagian tubuh anda karena saking silaunya. Kerapatan planet venus adalah 5,24 gram per meter kubik. Venus juga merupakan planet yang paling dekat dengan bumi oleh karena itu venus dapat terlihat dari bumi lebih jelas dibandingkan dengan planet lainnya yang terdekat. Venus tidak memiliki satelit seperti planet merkurius.

3. Bumi


Planet ketiga dari matahari adalah bumi. Bumi diklaim menjadi satu-satunya planet yang memiliki kehidupan karena bumi memiliki atmosfer yang berfungsi sebagai pelindung dari benda langit lain saat jatuh ke bumi serta membuat keadaan siang dan malam lebih mudah disesuaikan dengan tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya di dalamnya. Perbedaan suhu dari siang dan malam tidak terlalu ekstrim hanya pada beberapa daerah saja seperti daerah gurun yang memiliki perbedaan suhu cukup besar antara siang dan malam namun meskipun demikian perbedaannya tidak sebesar yang dimiliki oleh planet lainnya.

Bumi mengorbit matahari sebagai pusatnya dengan tingkat enksentristas 0,017 dan hal ini membuat jalur orbitnya hampir berbentuk lingkaran namun tidak sempurna. jarak rata-rata bumi ke matahari sebesar 150 juta km menurut satuan astronomi (satuan cahaya). Bumi memiliki kerapatan sebesar 5,52 gram per meter kubiknya. Waktu rotasi bumi selama 23 jam 56 menit atau dibulatkan menjadi 24 jam dan kemudian disebut dengan satu hari oleh para penduduk bumi. Masa revolusi atau waktu perputaran bumi terhadap matahari selama 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik atau dibulatkan menjadi 365,25 hari dan kemudian disebut dengan satu tahun.

Satelit di bumi

Bumi memiliki satu satelit yang sangat setia dengan bumi bernama bulan. permukaan bulan bergelombang dengan kawah-kawah yang terbentuk dari benturan benda langit seperti meteor, asteroid, komet dan lainnya. planet bumi selama ini hampir tidak pernah terkena tabrakan dengan benda langit karena bumi memiliki lapisan atmosfer yang salah satu lapisannya disebut dengan lapisan mesosfer. Mesosfer merupakan lapisan ketiga dari atmosfer yang memiliki suhu udara tinggi sehingga menyebabkan benda langit yang masuk dalam mesosfer akan membuat atom bergesekan dengan benda langit tersebut sehingga membakar dan tidak sampai pada bumi. Mungkin anda pernah mendengar ada beberapa meteor yang jatuh di permukaan bumi, hal ini dikarenakan ukuran benda langit tersebut yang sangat besar sehingga membuat proses pembakaran di lapisan mesosfer tidak selesai dan benda langit tersebut masuk ke dalam bumi. Jadi, beruntunglah bagi para penduduk bumi yang karena memiliki sistem pertahanan yang sangat ampuh bahkan tidak dimiliki oleh planet lain.

4. Mars


Planet mars merupakan planet ke empat dari matahari yang memiliki jarak 228 juta km satuan astronomi. Mars memiliki kerapatan sebesar 0,093 dan diameternya sebesar 6.787 km atau setengah dari diameter bumi. Jika dilihat dari bumi, planet mars juga cukup dapat dilihat meskipun tidak seterang planet venus. Planet mars disebut juga sebagai planet merah karena memang permukaannya bewarna merah karena pantulan cahaya dari matahari.

Planet mars memiliki dua satelit yang mengelilingi mars yang bernama phobos dan delmos. Massa planet mars sebesar 0,188 x massa planet bumi. Mars memilki waktu revolusi selama 687 hari sedangkan rotasinya selama 24,6 jam. Para astronot mengklaim bahwa ada kemungkinan terdapat air di planet mars karena sudah ditemukan beberapa bukti ditemukannya aliran sungai dan salju. Namun jumlahnya berapa belum diketahui dengan pasti. Saat ini para ilmuwan masih meneliti kemungkinan ini karena jika memang terdapat air di planet mars maka akan ada kemungkinan juga bahwa manusia bisa hidup di dalam planet mars karena planet bumi saat ini sudah mengalami kerusakan yang semakin fatal.

5. Jupiter


Planet Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya dengan diameternya sebesar 139503 km. jarak planet Jupiter dengan matahari diperkirakan sejauh 5,2 satuan astronomi. Massa planet Jupiter sangat besar yaitu 317,900 x massa bumi. Jupiter membutuhkan waktu selama 9,9 jam untuk melakukan rotasi dan membutuhkan waktu selama 11,9 tahun untuk berevolusi mengelilingi matahari.

Planet Jupiter ini diperkirakan memiliki 16 buah satelit dengan 4 satelit besar yang dinamakan sebagai IO, Europa, Ganymede dan Calisto. Planet Jupiter bila dilihat akan bewarna coklat dengan skema warna yang indah.

6. Saturnus


Planet selanjutnya adalah saturnus yang memilki jarak 19,2 satuan astronomi dengan matahari. Saturnus merupakan planet yang memiliki cincin indah namun cincin tersebut berbentuk miring dari bulatan planet saturnus. Cincin di planet saturnus terbentuk oleh debu dan es yang kemudian membentuk melingkari planet. Sebuah karya tuhan yang sangat menakjubkan dan mempesona. Selain itu saturnus juga memancarkan cahaya terang dan indah sehingga para astronom yang mampir ke saturnus merasa bagaikan di surga.

Saturnus memiliki masa rotasi selama 10,4 jam dan masa revolusinya selama 29,5 tahun. Berat saturnus mencapai 95,220 x berat bumi dengan diameternya cukup besar yaitu 12000 km. saturnus memiliki 9 satelit yaitu mimas, enceladus, thetys, dionis, rhea, titan, hiperion, lapetus dan phoebe.

7. Uranus


Planet selanjutnya dalam tata surya yang cukup besar ukurannya adalah planet Uranus. Planet Uranus berjarak 2,87 miliyar kilometer dari matahari dengan diameter sebesar 49000 km. berat planet Uranus sebesar 14,55 x massa bumi.

Planet Uranus membutuhkan waktu selama 10 jam 49 menit dengan masa revolusinya selama 84 tahun dalam mengelilingi bumi. Planet Uranus juga memiliki cincin sama dengan planet saturnus namun tidak sebesar cincin yang dimiliki oleh saturnus. Uranus memiliki 5 satelit yaitu Miranda, umbriel, ariel, titania dan oberion.

8. Neptunus


Planet neptunus diklaim sebagai kembaran dari planet Uranus karena memiliki bentuk yang hampir sama begitu pula dengan warnanya. Neptunus memiliki masa rotasi 15,7 jam sedangkan masa revolusinya selama 164,8 tahun, waktu yang sangat lama karena neptunus merupakan planet terjauh dari matahari dibandingkan dengan jenis planet yang berada di dalam sistem tata surya Massanya 17,320 x massa bumi.

Jarak planet neptunus dengan matahari berkisar 30,07 satuan astronomi. Neptunus memiliki 2 satelit yang diberi nama triton dan Nereid.

Teori Belajar IPA di SD

 Teori Belajar IPA di SD


A. Pengertian Teori dan Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teori memiliki banyak arti. Pertama, pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan yang didukung oleh data dan argumentasi, kedua, penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, dan argumentasi, ketiga, asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau pun pengetahuan, dan keempat, pendapat, cara, atau aturan untuk melakukan sesuatu.
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.

B. Teori-Teori Belajar
1. Teori Belajar Secara Filosofis
a. Teori Belajar Behaviorisme
          Teori Behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
             Teori Behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
b. Teori Belajar Kognitivisme
            Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
            Peneliti yang mengembangkan teori kognitif  ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar.Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan.
c. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas.   Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.
Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selian itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

2  Teori Belajar Secara Psikologis
a. Teori Belajar Behaviorisme
          Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek–aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
          Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya a.       Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.
                Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya:
1.      Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons.
2.      Law of Readiness, artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pendayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
3.      Law of Exercise, artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
b.      Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov
                Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
1.         Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
2.         Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun. 
c.       Operant Conditioning menurut B.F. Skinner
                Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
1.         Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
2.         Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.
d.      Social Learning menurut Albert Bandura
                Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya, Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).
                Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.
                Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini, seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan, Guthrie dengan teorinya yang disebutContiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method), metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method), Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan.
Kelebihan Teori Behavioristik
1.    Dapat mengganti stimulus yang satu dengan stimulus lainnya dan seterusnya sampai reson yang diinginkan muncul
2.    Tori ini cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur kecepatan,spontanitas,dan daya tahan
3.    Teori behavioristik juga cocok diginakan untuk melatih anak-anak yang msih membutuhkan dominasi peran orang dewasa,suak mengulangi dan dibiasakan,suka meniru dan sengan dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung.
Kekurangan Teori Behavioristik
1.    Cenderung mengarahkan siswa untuk berpikir linier,konvergen,tidak kreatif,tidak roduktif dan cenderung mendudkkan siswa sebagai individu yang pasif
2.    Pembelajaran siswa yang berpusat oada guru dan bersifat mekanistik dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan di ukur.
3.    Penerapan metode yang salah dalam pembeljaran mengakibatkan terjadinya poses oembelajaran yang tidak menyenangkan bagi siswa.

2.  Teori Belajar Kognitif Piaget
Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu :
a.       Sensory motor
b.      Pre operational
c.       Concrete operational 
d.      Formal operational.
Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”.
Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru.Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :
1.    Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
2.    Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
3.    Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
4.    Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
5.    Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

3.  Teori Belajar Pemrosesan Informasi
 Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu:
1. Motivasi
2. Pemahaman
3. Pemerolehan
4. Penyimpanan
5.  Ingatan Kembali
6. Generalisasi
7. Perlakuan
8.  Umpan balik.

4.      Teori Belajar Gestalt
            Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :
a.         Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship), yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
b.        Kedekatan (proxmity), bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
c.         Kesamaan (similarity), bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
d.        Arah bersama (common direction), bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
e.         Kesederhanaan (simplicity), bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan.
f.         Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.

               Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt, yaitu:
a.         Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”.
b.        Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis).
c.         Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu.
d.        Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.
               Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
a.       Pengalaman tilikan (insight), bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
b.      Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning), kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.
c.       Perilaku bertujuan (pusposive behavior), bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.
d.      Prinsip ruang hidup (life space), bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
e.       Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.
2.3 Pendekatan Pembelajaran IPA di SD
                 Pendekatan pembelajaran adalah titik tolak (guru) terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran. Beberapa Pendekatan Dalam Pembelajaran IPA di SD
a.  Pendekatan Ekspositori
Pendekatan ini lebih bersifat “memberi tahu”. Artinya guru lebih dominan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa bersifat pasif, hanya  menerima pelajaran yang diberikan oleh guru. Yang dilakukan guru pada pendekatan ini umumnya adalah memberi ceramah, mendemonstrasikan sesuatu dan lain-lain.
Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini adalah bahwa bahan pelajaran dapat diselesaikan dengan cepat dan dimengerti oleh siswa. Pendekatan ini dapat digambarkan sebagai DDCH (Duduk, Dengar, Catat, Hafal). Sehingga dalam pendekatan ini gurunya aktif sedangkan siswanya pasif.
b.  Pendekatan Inkuiri
Pendekatan ini lebih bersifat “mencari tahu”. Artinya siswa sangat aktif mencari sendiri informasi yang ia perlukan. Dalam pendekatan ini dominasi guru lebih sedikit. Dari penjelasan tersebut, dapat kita ketahui bahwa pendekatan inkuari bertolak belakang dengan pendekatan ekspositori. Pendekatan ini menginginkan keaktifan siswa untuk memperoleh informasi sampai menemukan konsep-konsep IPA. Dalam pendekatan ini guru membimbing siswa menemukan sendiri konsep-konsep itu melalui kegiatan belajarnya.
Ditinjau dari kadar keterlibatan guru dalam pembelajaran, pendekatan ini terdiri dari :
1.    Pendekatan Free Discovery (Penemuan Bebas)
                         Dengan pendekatan ini siswa diberi kebebasan untuk memilih sendiri masalah yang akan dipelajari maupun cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang sudah memiliki kemampuan untuk berfikir formal. Namun menurut pengalaman piaget, ternyata tidak banyak anak usia SD yang sudah mencapai tingkat pemikiran semacam itu.
2.    Pendekatan Guide Discovery (Penemuan Terbimbing).
             Pendekatan ini dapat dikatakan sebagai gabungan dari pendekatan ekspositori dengan inkuari, tujuannya adalah untuk mendapatkan efektivitas yang optimal khususnya bagi anak usia SD. Carin dan Sund (1985) mengatakan anak-anak yang masih sangat muda, perlu mendapat bimbingan guru yang relatif besar.
     Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tepat digunakan untuk anak usia SD. Dalam hal ini siswa aktif melakukan eksplorasi atau observasi atas bimbingan guru. Kegiatan ini dapat meningkatkan intelektual siswa, dan hasil belajar menjadi lebih tinggi serta dapat mengembangkan sikap positif terhadap IPA.
3.    Pendekatan Eksploratory Discovery (Penemuan Eksploratorik). Dalam pendekatan ini tugas guru antara lain:
a.    Melontarkan masalah-masalah dan mengundang siswa untuk memecahkan masalah tersebut.
b.    Memberi motivasi belajar.
c.    Membantu siswa yang benar-benar memerlukan agar tidak mengalami jalan buntu atau frustasi.
d.   Bila perlu, guru sebagai narasumber.
                    Keuntungan dengan menggunakan pendekatan ini antara lain:
a.    Dapat memberi kemampuan awal kepada siswa untuk melakukan sendiri suatu penelitian.
b.    Dapat memacu keberanian siswa untuk melakukan penelitian secara mandiri dimasa yang akan datang.


c.       Pendekatan Proses
Pendekatan ini senada dengan pendekatan inkuari, karena pendidikan ini menginginkan keaktifan  siswa dan juga guru tidak dominan dalam proses pembelajaran tetapi bertindak sebagai organisator dan fasilitator saja.
Pendekatan ini memiliki ciri-ciri khusus:
a.         Ilmu pengetehuan tidak dipandang sebagai produk semata tetapi sebagai proses.
b.         Siswa dilatih untuk terampil dalam memperoleh dan memproses informasi dalam pikirannya.

d.    Pendekatan Konsep
Konsep adalah suatu ide yang menghubungkan beberapa fakta. Dalam pencapaian atau pembentukan konsep biasanya peserta didik memerlukan benda-benda konkrit untuk diotak-atik, eksplorasi fakta-fakta dan ide-ide secara mental. Pendekatan konsep memerlukan lebih dari sekedar menghafal, lebih menunjukkan gambaran yang lebih tepat tentang IPA. 
e.  Pendekatan STM
            Pendekatan ini diyakini oleh para pakar pendidikan IPA di Amerika sebagai pendidikan IPA yang paling tepat sebab mempersiapkan murid-murid untuk menghadapi abad ke 21 yaitu abad ketergantungan manusia kepada sains dan teknologi. Rasional dari pendekatan ini adalah segala penemuan dalam bidang sains dan teknologi dapat untuk kesejahteraan manusia. Didalam pendekatan IPA dengan pendekatan STM, guru membantu murid-murid mempelajari sains dengan menggunakan isu-isu dalam masyarakat yang merupakan dampak sains dan teknologi sebagai penata pembelajaran IPA.
f.  Pendekatan Factual
            Pendekatan ini menekankan penemuan fakta-fakta dalam IPA . Contoh informasi yang didapatkan murid dengan pendekatan ini, misalnya ular termasuk golongan reptil, merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah membaca, mengulang, melatih dan lain-lain.  Pada dasarnya pembelajaran IPA dengan pendekatan ini akan menimbulkan kebosanan pada diri murid-murid dan tidak memberikan gambaran yang benar tentang IPA.  
      g.      Pendekatan Terpadu (Integrated Approach)
            Pendekatan ini intinya adalah memadukan dua unsur pembelajaran atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran dengan prinsip keterpaduan tertentu. Unsur pembelajaran yang dapat dipadukan dapat berupa konsep dan pro-ses, konsep dari satu mata pelajaran dengan konsep mata pelajaran lain, atau suatu metode dengan metode lain. Dengan prinsip keterpaduan antar unsur pembelajaran diharapkan terjadi peningkatan pemahaman ilmu yang lebih bermakna serta peningkatan wawasan dalam memandang suatu permasalahan.
            Prinsip keterpaduan dapat diciptakan melalui jembatan berupa tema sentral sebagai fokus yang akan ditinjau dari beberapa konsep dalam satu atau beberapa bidang ilmu. Selain itu dapat pula melalui jembatan berupa target perilaku atau keterampilan tertentu yang dibutuhkan bukan hanya oleh satu disiplin ilmu saja.
            Keragaman unsur yang dilibatkan dalam pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, kegiatan belajar menjadi lebih dinamis dan menarik serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu apabila pendekatan terpadu ini dilakukan secara sistematis dapat mengefisienkan penggunaan waktu.